OLEH: FITRIANI
Mahasiswa Jurusan BKI, Fakultas Dakwah, UIN Sr Raniry
Islam
adalah agama yg sempurna dan memiliki nilai- nilai luhur yg tinggi. Keluhuran
islam dari zaman ke zaman selalu di topang oleh keberadaan ulam yg senantiasa
menjaganya sebagai pewarin kenabian. Namun, suatu saat islam pun akan mengalami
keruntuhan. Keruntuhan terjadi bukan karna ajaran islam itu sendiri namun karna
situasi dan kondisi umat islam kala itu. Dimana sekarang ini Nampak nya
merupakan bagian zaman peroses keruntuhan islam, dimana sudah banyak ulam-ulam,
(kyai,habaib dan lain-lain) yg lurus dan memiliki wawasan yg luas di wapatkan
oleh Allah SWT, dan mulai menyisakan orang-orang yg sedikit ilmu yang berani
mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak sesuai dengan sumver-sumber hukum islam dan
ulama terdahulu.
Dimana
sekarang juga banyak muncul orang yang bertikai terkait makna dan maksud dari
alquran, meskipun mereka bukan termasuk ahli tafsir, bukan pula ulama, bahkan
kesehariannya pun jauh dari akhlak seorang ulama. Orang seperti itu adalah
orang-orang munafik. Lebih celakanya, hal itu telah menjangkiti sebagian
generasi-generasi muda sehingga dengan berbicara menggunakan alquran dan
mempertentangkannya meskipun tidak memiki basic keilmuan untuk
membahasnya. Pada akhirnya, ketika ulama
sudaj diwafatkan dan alquran dipertentangkan hukum-hukun dan pemahamannya, maka
hasil berupa kesimpulan-kesimpulan menyesatkan yang dikemas dalam bentuk fatwa
(jawaban mengenai suatu kejadian atau peristiwa) oleh para pemuka agama demi
kepentingan-kepentingan tertentu.
Semakin
banyak orang sekarang semakin ingin mempelajari islam dan muslimin tidak akan
selama-lamanya bisa membungkam (mentup mulut supaya diam) semua orang. Dengan
adanya internet, kini tidak mungkin lagi muslim merahasiakan seluk bluk
kehidupan nabi Muhammad. Fakta tentang pendiri islam ini terbesar dengan sangat
cepat dan muslim masih dengan susah payah mencoba membela agama mereka.
Suatu
peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialism, yaitu kegemaran penguasa
dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap yang
bermewah-mewah. Sikap ini tidak hanya negative tetapi juga mendorong tidak
korupsi dan dekadensi moral. Kerusakan moral dan penguasa dan sistem politi
mengakibatkan berpindahnya sumber daya manusia (SDM) ke negara lain dan
berkurangnya pekerja terampil karena mekanisme rekrutmen yang terganggu.
Dalam
peradaban yang telah hancur, masyarakat hanya memfokuskan pencarian kekayaan
yang secepat=cepanya dengan cara yang tidak benar. Sikap malas masyarakat yang
telah diwarnai oleh materialism pada akhirnya mendorong orang mencari harta
tanpa berusaha. Mata pencaharian mereka yang mapan telah hilang, jika ini
terjadi terus menerus maka semua sarana untuk membangun peradaban akan rusak
dan akhirnya mereka benar-benar berhenti berusaha.Jika kekuatan manusia,
sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya akan rusak, akhirnya
ia akan berubah menjadi sepertihewan.
DAFTAR
BACAAN
www.muslimedianews.com.
http://swaranonmuslim.blogspot.co.id.
Maryamannassyath.blogspot.com.