Minggu, 19 Juni 2016

RUNTUHNYA AGAMA ISLAM

OLEH: FITRIANI
Mahasiswa Jurusan BKI, Fakultas Dakwah, UIN Sr Raniry

Islam adalah agama yg sempurna dan memiliki nilai- nilai luhur yg tinggi. Keluhuran islam dari zaman ke zaman selalu di topang oleh keberadaan ulam yg senantiasa menjaganya sebagai pewarin kenabian. Namun, suatu saat islam pun akan mengalami keruntuhan. Keruntuhan terjadi bukan karna ajaran islam itu sendiri namun karna situasi dan kondisi umat islam kala itu. Dimana sekarang ini Nampak nya merupakan bagian zaman peroses keruntuhan islam, dimana sudah banyak ulam-ulam, (kyai,habaib dan lain-lain) yg lurus dan memiliki wawasan yg luas di wapatkan oleh Allah SWT, dan mulai menyisakan orang-orang yg sedikit ilmu yang berani mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak sesuai dengan sumver-sumber hukum islam dan ulama terdahulu.
Dimana sekarang juga banyak muncul orang yang bertikai terkait makna dan maksud dari alquran, meskipun mereka bukan termasuk ahli tafsir, bukan pula ulama, bahkan kesehariannya pun jauh dari akhlak seorang ulama. Orang seperti itu adalah orang-orang munafik. Lebih celakanya, hal itu telah menjangkiti sebagian generasi-generasi muda sehingga dengan berbicara menggunakan alquran dan mempertentangkannya meskipun tidak memiki basic keilmuan untuk membahasnya.  Pada akhirnya, ketika ulama sudaj diwafatkan dan alquran dipertentangkan hukum-hukun dan pemahamannya, maka hasil berupa kesimpulan-kesimpulan menyesatkan yang dikemas dalam bentuk fatwa (jawaban mengenai suatu kejadian atau peristiwa) oleh para pemuka agama demi kepentingan-kepentingan tertentu.
Semakin banyak orang sekarang semakin ingin mempelajari islam dan muslimin tidak akan selama-lamanya bisa membungkam (mentup mulut supaya diam) semua orang. Dengan adanya internet, kini tidak mungkin lagi muslim merahasiakan seluk bluk kehidupan nabi Muhammad. Fakta tentang pendiri islam ini terbesar dengan sangat cepat dan muslim masih dengan susah payah mencoba membela agama mereka.
Suatu peradaban dapat runtuh karena timbulnya materialism, yaitu kegemaran penguasa dan masyarakat menerapkan gaya hidup malas yang disertai sikap yang bermewah-mewah. Sikap ini tidak hanya negative tetapi juga mendorong tidak korupsi dan dekadensi moral. Kerusakan moral dan penguasa dan sistem politi mengakibatkan berpindahnya sumber daya manusia (SDM) ke negara lain dan berkurangnya pekerja terampil karena mekanisme rekrutmen yang terganggu.
Dalam peradaban yang telah hancur, masyarakat hanya memfokuskan pencarian kekayaan yang secepat=cepanya dengan cara yang tidak benar. Sikap malas masyarakat yang telah diwarnai oleh materialism pada akhirnya mendorong orang mencari harta tanpa berusaha. Mata pencaharian mereka yang mapan telah hilang, jika ini terjadi terus menerus maka semua sarana untuk membangun peradaban akan rusak dan akhirnya mereka benar-benar berhenti berusaha.Jika kekuatan manusia, sifat-sifatnya serta agamanya telah rusak, kemanusiaannya akan rusak, akhirnya ia akan berubah menjadi sepertihewan.

DAFTAR BACAAN
www.muslimedianews.com.
http://swaranonmuslim.blogspot.co.id.
Maryamannassyath.blogspot.com.



[1] http://swaranonmuslim.blogspot.co.id.